IMPLEMENTASI
MANAJEMEN SISTEM INFORMASI DI SEKOLAH BERBASIS KOMPUTER
Oleh
Intan
Winda Oktavia
Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan
Fakultas Sastra,
Universitas Negeri Malang
Abstrak: Hubungan dunia informasi dan komunikasi
dengan dunia pendidikan sangat erat kaitannya. Manajemen Sistem Informasi dapat
didefinisikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan. Maju dan
berkembangnya peradaban dunia juga mempengaruhi alat pendukungnya. Sistem
manajemen informasi dapat memudahkan sekolah dalam menjalankan beberapa
kegiatan. mulai dari penerimaan siswa baru sampai pelaporan. Manajemen sistem
informasi berbasis komputer terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak,
data, prosedur, dan manusia.
Kata
kunci : Manajemen Sistem Informasi
Pengertian Manajemen
Sistem Informasi
Pemanfaatan teknologi
informasi dalam masyarakat sudah menjadi hal yang biasa. Mengaksesnya sangat
mudah, termasuk pemanfaatannya di kalangan pendidikan. Hubungan dunia informasi
dan komunikasi dengan dunia pendidikan sangat erat kaitannya. Karena itulah diperlukan
implementasi manajemen sistem informasi di sekolah yang tepat agar pemanfaatan
dalam pelaksanaannya dapat berjalan optimal dengan kepentingan dan sasaran
dunia pendidikan.
Istilah Manajemen
Sistem Informasi sebenarnya terdiri dari tiga tiga kata kunci, yaitu manajemen,
sistem, dan informasi. Cara yang lebih baik untuk memberi definisi Manajemen
Sistem Informasi adalah dimulai dengan memahami istilah manajemen, sistem, dan
informasi. Selanjutnya berdasarkan pemahaman yang diperoleh dapat digunakan
untuk memberikan definisi tentang Manajemen Sistem Informasi yaitu
menggabungkan ketiga kata kunci tersebut.
Manajemen Sistem
Informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling
berhubungan, berkumpul bersama – sama dan membentuk satu kesatuan, saling
berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan
cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan
(input) berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan
keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan
yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada
saat itu juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional,
manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada
dan tersedia bagi fungsi tersebut mencapai tujuan.
Bantuk implementasi
manajemen sistem informasi di sekolah
Menurut
Sarwono (2010) menyatakan.
Maju
dan berkembangnya peradaban dunia juga mempengaruhi alat pendukungnya.
Diantaranya adalah teknologi informasi yang digunakan sebagai alat bantu untuk
memproses dan mentransfer perangkat data informasi yang dibutuhkan, teknologi
komunikasi sebagai sebab masuknya norma dan nilai baru dari dari luar yang pada
gilirannya norma dan nilai baru ini masuk ke dalam lingkungan kehidupan
keluarga dan masyarakat.
Dalam era sekarang, sistem informasi dibutuhkan
dalam pengembangan dunia pendidikan. Sekolah harus berusaha menggunakan
perangkat komputer untuk menjalankan aplikasi sebagai sarana untuk meningkatkan
kinerja di sekolah. Dalam pemanfaatan teknologi informasi, guru dan siswa serta
masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kreativitas. Dalam mengimplementasikan
manajemen sistem informasi berbasis teknologi informasi, sekolah dapat
merancang sendiri , program dari pemerintah maupun dikerjakan oleh seorang
ahli.
Sistem manajemen informasi dapat memudahkan sekolah
dalam menjalankan beberapa kegiatan. mulai dari penerimaan siswa baru sampai
pelaporan. Dalam melaksanakan penerimaan siswa baru memudahkan calon siswa
untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkannya tanpa harus datang ke sekolah. Pendaftaran
dan pengisian formulir dapat dilakukan secara online. Semua data calon siswa
dapat tersimpan di database sekolah dan dengan teknologi informasi pihak
sekolah dengan mudah berinteraksi dengan calon siswa tersebut melalui internet.
Dalam kegiatan belajar mengajar guru dan siswa dapat
memanfaatkan teknologi informasi. Guru menjelaskan materi kepada siswa melalui
komputer yang disambungkan dengan LCD proyektor. Kegiatan belajar mengajar di
sekolah siswa dapat mengakses internet untuk mencari materi pelajaran.
Pengumpulan tugas siswa dapat dilakukan melalui email. Perpustakaan sebagai
salah satu penunjang kegiatan pembelajaran. Manajemen sistem informasi dapat
juga digunakan untuk perpustakaan sekolah. Perpustakaan menyediakan bahan
pembelajaran atau materi – materi yang dibutuhkan siswa dalam belajar berupa
flle – file yang dapat diakses melalui komputer. Hal ini disesuakan dengan
jaman sekarang dimana siswa lebih suka membaca secara elektronik dibanding
membaca buku dalam bentuk cetak. Manajemen sistem informasi dapat juga dimanfatkan
sekolah untuk administrasi guru dan siswa, data inventaris sekolah, serta
sarana dan prasaraa.
Pelaksanaan implementasi manajemen sistem informasi
sekolah dapat dikatakan baik bila semua komponen sekolah bisa menggunakan dan
memanfaatkan secara maksimal faslitas yang ada sesuai kebutuhan. Salah satu
syarat yang harus ada untuk penunjang pemanfaatan teknologi informasi dalam
pembelajaran yaitu akses teknologi berupa internet untuk guru dan siswa.
Disamping itu guru juga harus aktif mengembangkan bahan ajar serta harus
tanggap akan perkembangan teknologi informasi.
Komponen Manajemen Sistem Informasi
Berbasis Komputer
Manajemen sistem informasi berbasis komputer terdiri
dari perangkat keras, perangkat lunak, data, prosedur, dan manusia. Perangkat
keras meliputi CPU, memori dll. Perangkat lunak adalah serangkaian instruksi
yang dapat dipahami oleh perangkat keras atau komputer sehingga komputer dapat
melaksanakan pemrosesan data sesuai dengan yang dikehendaki. Perangkat lunak
meliputi program – program komputer beserta petunjuk pendukungnya. Data dapat
berupa administrasi guru dan siswa, rincian jumlah sarana dan prasarana sekolah
dan sebagainya. Prosedur adalah aturan – aturan yang menentukan operasi sistem
komputer.
Manusia, komputer diciptakan tidak lain sebagai alat
bantu manusia (Sutabri, 2005). Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi
adalah elemen penting dalam sistem pengolahan informasi. Melalui indra penerima
(mata, telinga, dan hidung) yang menerima isyarat dan meneruskan pada unit
pengolah (otak). Hasil olahan/ output berupa respon atau tanggapan berupa
ucapan atau tulisan.
Daftar
Rujukan
Sarwono,
Sarlito W. 2010. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo.
Sutabri, Tata.
2005. Sistem Informasi Manajemen.
Yogyakarta: ANDI.
Sutanta, Edhy.
2003. Sistem Informasi Manajemen.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.