Rabu, 28 Oktober 2015

Implementasi Manajemen Sistem Informasi Di Sekolah Berbasis Komputer

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SISTEM INFORMASI DI SEKOLAH BERBASIS KOMPUTER
Oleh
Intan Winda Oktavia

Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang


Abstrak: Hubungan dunia informasi dan komunikasi dengan dunia pendidikan sangat erat kaitannya. Manajemen Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan. Maju dan berkembangnya peradaban dunia juga mempengaruhi alat pendukungnya. Sistem manajemen informasi dapat memudahkan sekolah dalam menjalankan beberapa kegiatan. mulai dari penerimaan siswa baru sampai pelaporan. Manajemen sistem informasi berbasis komputer terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, prosedur, dan manusia.

Kata kunci : Manajemen Sistem Informasi


Pengertian Manajemen Sistem Informasi
Pemanfaatan teknologi informasi dalam masyarakat sudah menjadi hal yang biasa. Mengaksesnya sangat mudah, termasuk pemanfaatannya di kalangan pendidikan. Hubungan dunia informasi dan komunikasi dengan dunia pendidikan sangat erat kaitannya. Karena itulah diperlukan implementasi manajemen sistem informasi di sekolah yang tepat agar pemanfaatan dalam pelaksanaannya dapat berjalan optimal dengan kepentingan dan sasaran dunia pendidikan.
Istilah Manajemen Sistem Informasi sebenarnya terdiri dari tiga tiga kata kunci, yaitu manajemen, sistem, dan informasi. Cara yang lebih baik untuk memberi definisi Manajemen Sistem Informasi adalah dimulai dengan memahami istilah manajemen, sistem, dan informasi. Selanjutnya berdasarkan pemahaman yang diperoleh dapat digunakan untuk memberikan definisi tentang Manajemen Sistem Informasi yaitu menggabungkan ketiga kata kunci tersebut.
Manajemen Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada saat itu juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut mencapai tujuan.

Bantuk implementasi manajemen sistem informasi di sekolah
Menurut Sarwono (2010) menyatakan.
Maju dan berkembangnya peradaban dunia juga mempengaruhi alat pendukungnya. Diantaranya adalah teknologi informasi yang digunakan sebagai alat bantu untuk memproses dan mentransfer perangkat data informasi yang dibutuhkan, teknologi komunikasi sebagai sebab masuknya norma dan nilai baru dari dari luar yang pada gilirannya norma dan nilai baru ini masuk ke dalam lingkungan kehidupan keluarga dan masyarakat.

Dalam era sekarang, sistem informasi dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan. Sekolah harus berusaha menggunakan perangkat komputer untuk menjalankan aplikasi sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja di sekolah. Dalam pemanfaatan teknologi informasi, guru dan siswa serta masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kreativitas. Dalam mengimplementasikan manajemen sistem informasi berbasis teknologi informasi, sekolah dapat merancang sendiri , program dari pemerintah maupun dikerjakan oleh seorang ahli.
Sistem manajemen informasi dapat memudahkan sekolah dalam menjalankan beberapa kegiatan. mulai dari penerimaan siswa baru sampai pelaporan. Dalam melaksanakan penerimaan siswa baru memudahkan calon siswa untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkannya tanpa harus datang ke sekolah. Pendaftaran dan pengisian formulir dapat dilakukan secara online. Semua data calon siswa dapat tersimpan di database sekolah dan dengan teknologi informasi pihak sekolah dengan mudah berinteraksi dengan calon siswa tersebut melalui internet.
Dalam kegiatan belajar mengajar guru dan siswa dapat memanfaatkan teknologi informasi. Guru menjelaskan materi kepada siswa melalui komputer yang disambungkan dengan LCD proyektor. Kegiatan belajar mengajar di sekolah siswa dapat mengakses internet untuk mencari materi pelajaran. Pengumpulan tugas siswa dapat dilakukan melalui email. Perpustakaan sebagai salah satu penunjang kegiatan pembelajaran. Manajemen sistem informasi dapat juga digunakan untuk perpustakaan sekolah. Perpustakaan menyediakan bahan pembelajaran atau materi – materi yang dibutuhkan siswa dalam belajar berupa flle – file yang dapat diakses melalui komputer. Hal ini disesuakan dengan jaman sekarang dimana siswa lebih suka membaca secara elektronik dibanding membaca buku dalam bentuk cetak. Manajemen sistem informasi dapat juga dimanfatkan sekolah untuk administrasi guru dan siswa, data inventaris sekolah, serta sarana dan prasaraa.
Pelaksanaan implementasi manajemen sistem informasi sekolah dapat dikatakan baik bila semua komponen sekolah bisa menggunakan dan memanfaatkan secara maksimal faslitas yang ada sesuai kebutuhan. Salah satu syarat yang harus ada untuk penunjang pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran yaitu akses teknologi berupa internet untuk guru dan siswa. Disamping itu guru juga harus aktif mengembangkan bahan ajar serta harus tanggap akan perkembangan teknologi informasi.

Komponen Manajemen Sistem Informasi Berbasis Komputer
Manajemen sistem informasi berbasis komputer terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, prosedur, dan manusia. Perangkat keras meliputi CPU, memori dll. Perangkat lunak adalah serangkaian instruksi yang dapat dipahami oleh perangkat keras atau komputer sehingga komputer dapat melaksanakan pemrosesan data sesuai dengan yang dikehendaki. Perangkat lunak meliputi program – program komputer beserta petunjuk pendukungnya. Data dapat berupa administrasi guru dan siswa, rincian jumlah sarana dan prasarana sekolah dan sebagainya. Prosedur adalah aturan – aturan yang menentukan operasi sistem komputer.
Manusia, komputer diciptakan tidak lain sebagai alat bantu manusia (Sutabri, 2005). Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi adalah elemen penting dalam sistem pengolahan informasi. Melalui indra penerima (mata, telinga, dan hidung) yang menerima isyarat dan meneruskan pada unit pengolah (otak). Hasil olahan/ output berupa respon atau tanggapan berupa ucapan atau tulisan.

Daftar Rujukan
Sarwono, Sarlito W. 2010. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo.
Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: ANDI.
Sutanta, Edhy. 2003. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.